Pages

Banner 468 x 60px

Kami meyediakan perlengkapan kolam renang dan accessories kolam renang, seperti pump kolam
 

Welcome

Kami meyediakan perlengkapan kolam renang dan accessories kolam renang, seperti pump kolam, filter kolam dan vaccum cleaner set.Di dukung Vendor secara langsung sehingga kami bisa memberikan harga yang terjangkau dan lebih murah, sementara product supplier dan vendor yang mendukung kami adalah product hayward, Waterco, Emaux, pentair, Astral _______________________________________________________________________________________
PRODUCT POPULER
_______________________________________________________________________________________
SUPER PUMP HAYWARD
pump super pump hayward
PUMP MAXFLOW HAYWARD
Maxflow

Senin, 11 Januari 2010

BAB IV MODULASI

0 komentar
A. KETERBATASAN SINYAL ANALOG DENGAN SINYAL DIGITAL
Sinyal digital memiliki kelemahan dasar yaitu jarak capainya pendek, hal tersebut disebabkan karena pengaruh redaman maupun derau yang terdapat pada media transmisinya. Sinyal digital saat ini hanya dapat ditransmisikan maksimum 2 km dengan menggunakan media transmisi kabel (dengan peralatan tambahan seperti penguat sinyal / repeater).
Sinyal analog jarak capainya lebih besar dari pada sinyal digital, bahkan dengan mudah sinyal analog dapat diperkuat untuk mencapai jarak yang tidak terbatas. Kelemahan sinyal ini adalah mudah tergangu oleh derau selama perjalanannya. Saat ini sebagian besar jaringan komunikasi yang ada masih menggunakan analog, contohnya adalah jaringan telepon yang dimiliki oleh PT. Telekomunikasi Indonesia.
Agar sinyal digital dapat dikirimkan ke jarak yang jauh (bahkan tidak terbatas), maka diperlukan suatu teknik yang disebut dengan teknik modulasi sinyal. Sinyal digital tersebut diubah terlebih dahulu menjadi sinyal analog (modulasi), setelah sinyal tersebut berubah maka sinyal tersebut ditransmisikan melalui media transmisi dan setelah sinyal tersebut diterima, sinyal tersebut diubah kembali menjadi sinyal digital (demodulasi).



B. PENGERTIAN MODULASI
Modulasi adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Dengan kata lain modulasi merupakan pengubahan parameter suatu isyarat (isyarat pembawa/ carrier signal) oleh isyarat lain (isyarat pemodulasi/ modulating signal).

Alat yang dipergunakan untuk mengubah dari sinyal digital menjadi sinyal analog dan sebaliknya disebut dengan “MODEM” (MOdulasi-DEModulasi). Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator, sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari dari proses modulasi) disebut demodulator.
Terdapat tiga parameter kunci pada suatu gelombang sinusiuodal yaitu : amplitudo, fase dan frekuensi. Ketiga parameter tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan sinyal informasi (berfrekuensi rendah) untuk membentuk sinyal yang termodulasi.






C. JENIS – JENIS MODULASI
Informasi yang dikirim bisa berupa data analog maupun digital sehingga terdapat dua jenis modulasi yaitu modulasi analog modulasi digital
Modulasi Analog
Dalam modulasi analog, proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog.
Teknik umum yang dipakai dalam modulasi analog :
1. Modulasi berdasarkan sudut
• Modulasi Fase (Phase Modulation - PM)
• Modulasi Frekuensi (Frequency Modulatio - FM)
2. Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation - AM)
• Double-sideband modulation with unsuppressed carrier (used on the radio AM band).
• Quadrature amplitude modulation (QAM)
• Double-sideband suppressed-carrier transmission (DSB-SC).
• Double-sideband reduced carrier transmission (DSB-RC)
• Single-sideband modulation (SSB, or SSB-AM), very similar to single-sideband suppressed carrier modulation (SSB-SC)
• Vestigial-sideband modulation (VSB, or VSB-AM)
Pada modulasi analog, jenis yang sering dipakai ada tiga macam yaitu modulasi fase, modulasi frekuensi dan modulasi amplitudo
1. Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation)
Modulasi amplitudo adalah proses memodulasi isyarat frekuensi rendah pada gelombang frekuensi tinggi dengan mengubah-ubah amplitudo gelombang frekuensi tinggi tanpa mengubah frekuensinya. Frekuensi rendah ini disebut isyarat pemodulasi dan frekuensi tinggi adalah pembawa. Modulasi ini menggunakan amplitudo sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital. Jadi pada modulasi jenis ini, frekuensi dan phase dari sinyal analog adalah tetap, yang berubah adalah amplitudo sinyal analognya. Modulasi jenis ini merupakan cara modulasi yang paling mudah, tetapi mudah dipengaruhi oleh keadaan media transmisinya.

Amplitudo Sinyal Sinusoidal
Metode ini dipakai dalam transmisi radio AM untuk memungkinkan frekuensi audio dipancarkan ke jarak yang jauh, dengan cara superimposisi frekuensi audio pada pembawa frekuensi radio yang dapat dipancarkan melalui antena. Frekuensi radio adalah frekuensi yang dipakai untuk radiasi energi elektromagnetik koheren yang berguna untuk maksud-maksud komunikasi. Frekuensi radio terendah adalah sekitar 10 kHz dan jajarannya merentang hingga ratusan GHz. Pembawa yang termodulasi terdiri dari tiga frekuensi yang semuanya RF, yaitu fc Pembawa. fc + fm Frekuensi samping atas. fc − fm Frekuensi samping bawah. Jika pembawa digambarkan oleh ec = Asinωct disini dan isyarat pemodulasi oleh em = Asinωmt disini maka amplitudo pembawa termodulasi dapat dinyatakan sebagai kalau hal ini diuraikan, maka diperoleh

0 komentar:

Posting Komentar