PENGERTIAN TRANSMISI
Dasar Sistem Komunikasi

Transducer : mentransformasikan suatu bentuk energi menjadi ke bentuk energi yang lain.
Contoh: Sound Electrical
Pengirim (Transmitter) : memperkuat dan memproses isyarat elektris suatu pesan untuk kepentingan transmisi
Penerima (Receiver) : memperkuat dan memproses isyarat elektris yang diterima untuk kemudian dikembalikan menjadi pesan sebenarnya
Kanal Transmisi : jalur yang menghubungkan Transmitter [Tx] ke Receiver [Rx]
Transmisi merupakan bagaimana suatu data dapat dikirimkan dari suatu alat dan diterima oleh alat lain. Transmisi ini merupakan salah satu konsep penting dalam sistem komputer sehingga suatu perangkat bisa berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Misalnya dari perangkat input ke pemroses, pemroses ke storage, pemroses ke media output, atau bahkan dari suatu sistem komputer ke sistem komputer lainnya.
Data disalurkan melalui media transmisi, media transmisi ini merupakan jalur dimana data akan dilewatkan. Kita bisa menganggap media transmisi ini sebagai sebuah pipa dimana pada pipa tersebut akan dilewatkan data-datanya.
A. MODE TRANSMISI
Dikenal dua mode transmisi ini, yaitu: Paralel transmission dan Serial transmissionn
1. Parallel Transmission
Data dikirimkan serentak melalui beberapa jalur sekaligus melalui 8 kanal komunikasi. Jadi untuk mode transmisi ini, jalur yang tersedia tentu lebih dari satu media transmisi. Data dikirimkan terus menerus melalui jalur-jalur yang disediakan tersebut hingga semua data dapat terkirimkan. Kanal (jalur) komunikasi penerimaan harus memiliki karakteristik yang baik.
2. Serial Transmission
Pada serial transmission, jalur yang disediakan hanya satu, Data dikirimkan 1 bit demi 1 bit melalui kanal komunikasi data yang telah dipilih, dimana data yang ada dikirimkan kan secara bergantian hingga semua data tersebut dapat diterima oleh pengirim. Misalnya data dikirmkan dalam bentuk kode ASCI dengan 8 bit untuk tiap karakter (1 byte).
Penerimaan data secara serial harus ada sinkronisasi atau penyesuaian antara pengirim dan penerima, agar data yang dikirimkan dapat ditafsirkan (dimengerti) oleh penerima dengan tepat dan benar.
Fungsi sinyal sinkronisasi antara lain :
Agar penerima mengetahui dengan tepat dan benar apakah sinyal yang diterima merupakan bit dari suatu data (sinkronisasi bit).
Agar penerima mengetahui dengan tepat bit data (data bit) yang membentuk sebuah karakter (sinkronisasi karakter).
Berdasarkan cara sinkronisasinya, transmisi serial dibedakan menjasi tiga macam, yaitu :
1. Asinkron (Asynchronous)
Asynchronous transmission ini sering juga diisitilahkan dengan Asynchronous Transfer Mode (ATM). Mode ini paling sering digunakan untuk mengirimkan dan menerima data antar dua alat. Pada mode ini berarti clock yang digunakan oleh kedua alat, tidak bekerja selaras satu dengan lainnya. Dengan demikian, data harus berisikan informasi tambahan yang mengijinkan kedua alat menyetujui kapan pengiriman data dilakukan. Dengan demikian, proses transfer dapat dilakukan dengan waktu yang berbeda-beda. Tansmisi asinkron digunakan apabila pengiriman data dilakukan 1 karakter setiap kali pengiriman. Transmisinya dilakukan dengan cara memberikan bit awal (start bit) pada tiap awal pengiriman karakter dan diakhiri dengan bit akhir (stop bit).
2. Sinkron (Synchronous)
Synchronous transmission ini dikenal juga dengan istilah synchronous transfer mode (STM). Proses pengirim dan penerima diatur sedemikian rupa agar memiliki pengaturan yang sama, sehingga dapat dikirimkan dan diterima dengan baik antar alat tersebut. Umumnya pengaturan ini didasarkan terhadap pewaktuan dalam mengirimkan sinyal. Pewaktuan ini diatur oleh suatu denyut listrik secara periodik yang disebut dengan clock atau timer.
Pengaturan clock ini penting karena clock merupakan suatu yang sangat penting dalam setiap aspek pada komunikasi dengan menggunakan sistem komputer, baik itu pada komputer itu sendiri maupun dengan bagian luar yang terhubung dengan komputer untuk pemrosesan data. Pada metode ini, clock antar pengirim dan penerima harus benar-benar sama dan akurat. Clock yang ada pada penerima akan memberitahu kepada clock yang ada pada penerima kapan proses serah terima dilakukan. Dengan adanya keakuratan clock ini, clock yang ada pada pengirim dan clock yang ada pada pada penerima akan melakukan proses secara bersamaan. Synchronous transmission digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan yang tinggi. Data yang dikirimkan berupa satu blok data. Sinkronisasi terjadi dengan cara mengirimkan pola data tertentu antara pengirim dan penerima. Pola data ini disebut dengan karakter sinkronisasi.
3. Isokron (Isochronous)
Merupakan kombinasi dari transmisi sinkron dan asinkron, tiap karakter diawali dengan bit awal. Dan diakhiri dengan bit akhir, tetapi antara pengirim dan penerima akan disinkronisasi.
Transmisi pada Local Area Network dapat dibagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu : unicast, multicast dan broadcast yang masing-masing akan kita bahas berikut :
Unicast
Merupakan transmisi jaringan one to one. Ketika digunakan, satu system tunggal hanya mencoba berkomunikasi dengan satu system lainnya. Pada jaringan Ethernet, penggunaan unicast dapat diketahui dengan melihat mac address asal dan tujuan yang merupakan alamat host yang unik. Pada jaringan yang menggunakan IP, alamat IP asal dan tujuan merupakan alamat yang unik.
Ketika system berhubungan dengan frame jaringan, ia akan selalu memeriksa MAC address miliknya untuk melihat apakah frame tersebut ditujukan untuk dirinya, Jika MAC Address-nya cocok dengan system tujuan, ia akan memprosesnya. Jika tidak, frame tersebut akan diabaikan. Ingat, ketika dihubungkan ke hub, semua system melihat semua frame yang melalui jaringan, karena merka semua bagian dari collision domain yang sama.
Multicast
Multicast merupakan transmisi yang dimaksudkan untuk banyak tujuan, tetapi tidak harus semua host. Oleh karena itu, multicast dikenal sebagai metode tranmisi one to many (satu kebanyak). Multicast digunakan dalam kasus-kasus tertentu, misalnya ketika sekelompok computer perlu menerima transmisi tertentu. Salah satu contohnya adalah streaming audio atau video. Misalkan banyak computer ingin menerima transmisi video pada waktu yang bersamaan. Jika data tersebut dikirimkan ke setiap computer secara individu, maka diperlukan beberapa aliran data. Jika data tersebut dikirimkan sebagai broadcast, maka tidak perlu lagi proses untuk semua system. Dengan multicast data tersebut hanya dikirim sekali, tetapi diterima oleh banyak system.
Protokol-protokol tertentu menggunakan range alamat khusus untuk multicast. Sebagai contoh, alamat ip dalam kelas D telah direservasi untuk keperluan multicast. Jika semua host perlu menerima data video, mereka akan menggunakan alamat ip multicast yang sama. Ketika mereka menerima paket yang ditujukan ke alamat tersebut, mereka akan memprosesnya. Ingatlah bahwa system masih tetapi memiliki alamt ip mereka sendiri-mereka juga mendengarkan alamat multicast mereka.
Broadcast
Jenis transmisi jaringan yang terakhir adalah broadcast, yang juga dikenal sebagai metode transmisi one to all ( satu kesemua). Walaupun broadcast cenderung membuang resource, beberapa protocol seperti ARP, bergantung kepadanya. Dengan demikian, terjadinya beberapa traffic broadcast tidak dapat dihindari. Pada jaringan Ethernet, broadcast dikirim ke alamat tujuan broadcast dikirim ke alamat tujuan khusus, yaitu, FF-FF-FF-FF-FF-FF-FF. Broadcast ini harus diproses oleh a host yang berada dalam broadcast domain yang ditentukan.
B. METODE HUBUNGAN
Cara dari penerima dan pengirim berhubungan maka dalam komunikasi data dibagi dalam 3 macam :
1. Simplex
Data dikirimkan hanya ke satu arah saja. Pengirim dan penerima tugasnya tetap, metode ini jarang digunakan dalam sistem komunikasi data.
Contoh : komunikasi siaran radio, komunikasi televisi dan radio panggil.
2. Half Duflex
Data dapat dikirimkan kedua arah secara bergantian. Pada metode ini terdapat turn around time, yaitu waktu yang diperlukan mengganti arah transfer data.
Contohnya chatting, sort message service, komunikasi pada radio dua arah (HT, radio panggil polisi).
3. Full Duflex
Data dapat dikirim dan diterima secara bersamaan. Medium membawa dalam dua arah pada waktu yang sama. Contohnya komunikasi menggunakan telepon, handphone.
C. MEDIA TRANSMISI
Jenis Media Transmisi:
Guided
Media transmisi terpadu adalah media yang mampu mentransmisikan besar-besaran fisik lewat materialnya. Media ini kasat mata, seperti kabel kawat tembaga, serat optik, dll.
Unguided
Media unguided mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat optik. Media yang tak kasat mata : udara, atmosfer, ruang angkasa.
Media transmisi dikelompokan dalam 2 bagian :
1. Kabel (Wired)
Merupakan media transmisi guided yang mentransnmisikan sekaligus memandu arah pengiriman data. Sering dipakai pada jaringan lokal (LAN) dan jaringan telepon.
Ada 3 jenis kabel : twisted pair (kawat berpilin), kabel koaksial dan optic fibre.
TWISTED PAIR
Berupa dua kawat terbuka
Merupakan sepasang penghantar
Murah

Kabel ini memiliki beberapa jenis, yaitu shielded (berselimut) biasa disebut STP dan unshielded (tidak memiliki selimut) disebut dengan UTP.
KABEL STP (SHIELDED TWISTED PAIR)
Kabel UTP yang diberi pelindung
Dapat mentransmisikan data analog dan digital
Kecepatan transmisi s.d 100 Mhz
Untuk data analog diperluakan penguat mapfiler 5-6 km. Untuk data digital penguat repeater sejauh 2-3 km.
STP lebih mahal dari UTP
Maksimal panjang 100 m
Kecepatan antara 10-100 Mbps.
STP sesuai untuk lingkungan dengan banyak interferensi atau gangguan terhadap transmisi data. Bentuk fisik kabel lebih besar dibandingkan UTP. Shielded twisted pair biasa digunakan pada jaringan yang menggunkan topologi Token Ring.
UTP (UNSHIELDED TWISTED PAIR)
Merupakan kabel kawat tak terlindung
Ada 5 kategori: Voice Only, Data to 4 Mbps, Data to 10 Mbps, Data to 20 Mbps, dan Data 100 Mbps
Tersambung ke terminal dengan menggunakan konektor RJ-45
Kabel ini memiliki lima macam kabel didalam jaket pelindungnya, tiap pasang dipilin (twisted) untuk mengurangi interferensi dari pasangan lain dan peralatan-peralatan elektronika lainnya
1. Category 1
Sifatnya mampu mentransmisikan data kecepatan rendah. Contoh kabel telepon
2. Category 2
Sifatnya mampu mentransmisikan data lebih cepat dibandingkan Category 1, dapat digunakan untuk transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz
3. Category 3
Mampu mentransmisikan data hingga 16 MHz
4. Category 4
Mampu mentransmisikan data hingga 20 MHz
5. Category 5
Digunakan untuk transmisi data yang memerlukan bandwidth hingga 100 MHz.
KABEL KOAKSIAL
Memiliki satu konduktor copper
Rawan derau
Ada dua macam: thick (10base5/thiknet) dan thin (10base2/thinnet)

Jenis-jenis kabel BNC
Thick Coaxial
- maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (sekitar 500 meter)
- Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
- Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50 ohm
Thin Coaxial
- maksimum panjang kabel per segment adalah 1.000 feet (sekitar 185 meter)
- Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan, (devices)
- Setiap ujung kabel harus diterminasi dengan terminator 50 ohm

Konektor Kabel Coaxial
Konektor yang digunakan bersama kabel koaksial adalah konektor Bayone Neil Concelman (BNC). Adapter-adapter dengan tipe berbeda tersedia untuk konektor BNC, termasuk konektor T, konektor barrel, dan terminator. Konektor pada kabel merupakan titik terlemah di jaringan.
FIBER OPTIK
Inti dibungkus kaca yang mempunyai indeks refraksi lebih rendah untuk menjaga cahaya tetap menjalar pada inti.
Kabel fiber optik merupakan media network medium yang mampu digunakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Fiber optik memiliki harga lebih mahal tetapi cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetik dan mampu beroperasi dengan kecepatan tinggi dan kapasitas data yang besar. Jaket insulasi luar terbuat dari Teflon atau PVC. Kevlar fiber berfungsi untuk menguatkan kabel dan mengamankan dari kepatahan. Perlindungan plastik digunakan untuk memberi bantalan pada pusat fiber. Pusat inti terbuat dari fiber glass atau plastik.
Konektor Fiber Optik
Konektor yang umum yang sering digunakan bersama kabel fiber optik adalah konektor ST. berbentuk batang , mirip dengan konektor BNC. Konektor yang lain SC bentuknya persegi dan lebih mudah dihubungkan ke area yang ditentukan. Konektor yang baru lebih populer adalah konektor MT-RJ. Konektor MT-RJ menggunakan model plastik seperti yang digunakan konektor RJ-45 yang memudahkan untuk dipasang, dua kabel fiber terhubung kedalam satu konektor, sama dengan konsep konektor SC.
Keunggulan Fiber Optik
Bidang luas, sehingga dapat menampung data lebih banyak
Tidak terpengaruh medan listrik
Bebas medan listrik, sehingga aman
Tahan terhadap gas beracun, air, bahan kimia, sehingga bisa ditanam
Kelemahan Fiber Optik
Sulit membuat terminal
Teknik penyambungan harus teliti dan sulit
Biaya mahal
2. Tanpa Kabel (Wireless)
Wireless network adalah network yang media penghubungnya adalah media wireless dimana komponen pembentuk jaringan tersebut saling dihubungkan tanpa menggunakan kabel.
Ada tiga range frekuensi umum dalam transmisi wireless, yaitu :
1. Frekuensi microwave dengan range 2-40 Ghz, cocok untuk transmisi point to point. Microwave juga digunakan pada komunikasi satelit.
2. Frekuensi dalam range 30 Mhz – 1 Ghz untuk aplikasi omnidirectional. Range ini ditunjukan untuk range broadcast radio.
3. Range frekuensi lain yaitu 300 – 200000 Ghz, untuk aplikasi local adalah spektrum infra merah. Infra merah sangat berguna untuk aplikasi point to point dan multipoint dalam area terbatas, seperti sebuah ruangan.
Jenis Wireless :
• Microwave
Merupakan hign end dari RF(Radio Frekuency), sekitar 1-30 Ghz. Transmisi dengan microwave memberikan 3 hal yang perlu diperhatikan :
- Alokasi frekuensi
- Interference, keamanan
- Harus straight line (perambatan line of sight)
- Jarak tanpa repeater antara 10-100 km.
• Satelit Microwave
Menggunakan satelit pada orbit geostationary (+ 36.000 km). Optimal transmisi antara 1-10 Ghz, konfigurasinya point to point dan broadcast
• Radio
Arah transmisinya omni directional.
• Infrared
Dengan menggunakan transmitter/receiver yang memodulasikan no coherent infrared light. Transceiver harus dengan suatu bentuk garis lurus atau melalui pantulan dari suatu permukaan warna yang bercahaya.
• Bluetooth
Sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Konfigurasinya point to point maupun koomunikasi point to multipoint.
Pada media transmisi tanpa kabel (Wireless) akan dibahas secara lengkap di BAB selanjutnya.
D. MACAM GANGGUAN TRANSMISI DATA
Gangguan pada saluran telephone yang juga digunakan untuk menyalurkan data ada 2 macam yaitu :
1. Random
Tidak dapat diramalkan terjadinya, yang termasuk dalam jenis gangguan ini adalah :
a. Derau Panas (Thermal Noise)
Disebabkan karena pergerakan acak elektron bebas dalam rangkaian. Berada pada seluruh spektrum frekuensi yang tersedia, disebut juga derau putih atau derau gausian. Kejadiaanya tidak dapat dihindarkan dan biasanya tidak terlalu mengganggu transmisi data, kecuali jika lebih besar daripada sinyal yang ditransmisikan.
b. Derau Impulse (Impulse Noise)
Disebut juga dengan Spikes, yaitu tegangan yang tingginya lebih besar dibandingkan dengan tegangan derau rata-rata (Steady State). Beberapa sumbernya antara lain :
• Perubahan tegangan pada saluran listrik yang berdekatan dengan saluran komunikasi data
• Perubahan tegangan pada motor
• Swich untuk penerangan
c. Bicara Silang (Cross Talk)
Dikarenakan oleh masuknya sinyal dari kanal lain yang letaknya berdekatan. Biasanya terjadi pada saluran telephone yang berdekatan atau di multipleks. Bicara silang akan semakin jelas atau bertambah bila jarak yang ditempuh semakin jauh, sinyal yang ditransmisikan semakin kuat/besar semakin besar frekuensinya.
d. Gema (Echo)
Sinyal yang dipantulkan kembali, hal ini disebabkan karena perubahan impedansi dalam sebuah rangkain listrik. Misalnya sambungan antara 2 potong kawat yang diameternya berbeda.
e. Perubahan Sudut (Phasa)
Sudut sinyal kadang-kadang dapat berubah oleh impulse noise.
f. Derau Intermodulasi (Intermodulation Noise)
Dua sinyal dari saluran yang berbeda (Intermodulasi) membentuk sinyal baru yang menduduki frekuensi sinyal lain. Intermodulasi dapat terjadi pada transmisi data bila modem menggunakan 1 frekuensi untuk menjaga agar saluran sinkron selama data tidak dikirim.frekuensi ini dapat memodulasi sinyal yang ada pada saluran lain.
g. Phase Jitter
Jitter timbul oleh sistem pembawa yang dimultipleks yang menghasilkan perubahan frekuensi. Sudut (Phasa) sinyal berubah-ubah sehingga menyebabkan kesukaran dalam mendeteksi bentuk sinyal tersebut.
h. Fading
Terjadi terutama pada sistem microwave antara lain selective fading, yaitu yang disebabkan leh atmosfir. Sinyal disalurkan mencapai penerima melalui berbagai jalur, sinyal-sinyal ini kemudian kalau bergabung hasilnya akan terganggu.
2. Tak Random
Terjadinya dapat diramalkan dan diperhitungkan. Yang termasuk jenis tak random antara lain :
a. Redaman
Tegangan suatu sinyal berkurang ketika melalui saluran transmisi. Hal ini disebabkan karena daya yang diserap oleh saluran transmisi. Redaman tergantung pada frekuensi sinyal, jenis media transmisi dan panjang (jarak) saluran transmisi. Redaman tidak sama besarnya untuk semua frekuensi.
b. Tundaan
Sinyal umumnya terdiri atas banyak frekuensi. Masing-masing frekuensi tidak berjalan dengan kecepatan yang sama, sehingga tiba di penerima pada waktu yang berlainan. Tundaan yang terlalu besar akan menimbulkan kesalahan pada waktu transmisi data. Pada transmisi suara tundaan ini tidak merupakan gangguan yang serius, tetapi pada transmisi data, tundaan ini akan menyebabkan kesalahan pada transmisi data.