Telekomunikasi dan Pengolahan data
Komunikasi data merupakan gabungan 2 macam tehnik yaitu :
1.Tehnik Telekomunikasi
2.Tehnik Pengolahan data
Tehnik Telekomunikasi
Tehnik Telekomunikasi adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan penyampaian informasi
Tehnik Pengolahan data
Tehnik Pengolahan data adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan manipulasi satu pengolahan data seperti : entry edit, delete, searching. Secara umum komunikasi data dapat dikatakan sebagai proses pengiriman data (informasi) yang lebih diubah kedalam suatu kode-kode tertentu yang telah disepakati melalui media listrik atau elektro optic dari suatu titik ke titik yang lain ( dari pengirim ke penerima )
Sistem Komunikasi Off line.
Sistem komunikasi Offline adalah suatu sistem pengiriman data melalui fasilitas telekomunikasi dari satu lokasi ke pusat pengolahan data, tetapi data yang dikirim tidak langsung diproses oleh CPU (Central Processing Unit). Seperti pada Gambar 4.3, di mana data yang akan diproses dibaca oleh terminal, kemudian dengan menggunakan modem, data tersebut dikirim melalui telekomunikasi. Di tempat tujuan data diterima juga oleh modem, kemudian oleh terminal, datadisimpan ke alamat perekam seperti pada disket, magnetic tape, dan lain-lain. Dari alat perekam data ini, nantinya dapat diproses oleh komputer.
Peralatan-peralatan yang diperlukan dalam sistem komunikasi offline, antara lain:
1. Terminal
Terminal adalah suatu I/O device yang digunakan untuk mengirim data dan menerima data jarak jauh dengan menggunakan fasilitas telekomunikasi. Peralatan terminal ini bermacam-macam, seperti magnetic tape unit, disk drive, paper tape, dan lain-lain.
2. Jalur komunikasi
Jalur komunikasi adalah fasilitas telekomunikasi yang sering digunakan, seperti : telepon, telegraf, telex, dan dapat juga dengan fasilitas lainnya.
3. Modem
Model adalah singkatan dari Modulator / Demodulator. Suatu alat yang mengalihkan data dari sistem kode digital ke dalam sistem kode analog dan sebaliknya.
Sistem Komunikasi On line.
Pada sistem komunikasi On line ini, data yang dikirim melalui terminal komputer bisa langsung diperoleh, langsung diproses oleh komputer pada saat kita membutuhkan.
Sistem Komunikasi On line ini dapat berupa:
1. Realtime system
2. Batch Processing system
3. Time sharing system
4. Distributed data processing system
Realtime system
Suatu realtime system memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat komputer, diproses di pusat komputer seketika pada saat data diterima dan kemudia mengirimkan kembali hasil pengolahan ke pengirim data saat itu juga.American Airlines merupakan perusahaan yang pertama kali mempelopori sistem ini. Dengan realtime system ini, penumpang pesawat terbang dari suatu bandara atau agen tertentu dapat memesan tiket untuk suatu penerbangan tertentu dan mendapatkan hasilnya kurang dari 15 detik, hanya sekedar untuk mengetahui apakah masih ada tempat duduk di pesawat atau tidak.
Sistem realtime ini juga memungkinkan penghapusan waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data dan distribusi data. Dalam hal ini berlaku komunikasi dua arah, yaitu pengiriman dan penerimaan respon dari pusat komputer dalam waktu yang relatif cepat. Pada realtime system, merupakan komunikasi data dengan kecepatan tinggi. Kebutuhan informasi harus dapat dipenuhi pada saat yang sama atau dalam waktu seketika itu juga. Pada sistem ini proses dilakukan dalam hitungan beberapa detik saja, sehingga diperlukan jalur komunikasi yang cepat, sistem pengolahan yang cepat serta sistem memori dan penampungan atau buffer yang sangat besar.
Penggunaan sistem ini memerlukan suatu teknik dalam hal sistem disain, dan pemrograman, hal ini disebabkan karena pada pusat komputer dibutuhkan suatu bank data atau database yang siap untuk setiap kebutuhan. Biasanya peralatan yang digunakan sebagai database adalah magnetic disk storage, karena dapat mengolah secara direct access (akses langsung), dan perlu diketahui bahwa pada sistem ini
Perbedaan Sinyal Analog Dengan Digital Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus. noise mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki phase tiga variable dasar, yaitu :
Amplitudo
Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
Phase
Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.

Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh , tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk 1 sebuah bit adalah 2 buah (2 ). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 2 (2 ), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang n terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2 buah.

Sinyal dgital
Jaringan komputer mulai berkembang di awal tahun 1980 sebagai media komunikasi komunikasi yang berkembang pesat. Sehingga sampai saat ini komputer menjadi sarana komunikasi yang sangat efektif dan hampir seluruh bentuk informasi melibatkan komputer dalam penggunaannya. Dengan ditemukannya internet, berbagai informasi bisa diakses dari rumah dengan biaya yang murah. Komunikasi data sebenarnya merupakan gabungan dua teknik yang sama sekali jauh berbeda y aitu pengolahan data dan telekomunikasi. Dapat diartikan bahwa komunikasi data memberikan layanan komunikasi jarauk juah dengan sistem komputer.
CCITT (Consultative Committee International Telephony and Telegraphy)
yang sekarang dikenal dengan ITU-T (International Telecommunication Union
Telephony) menyebut terminal sebagai Peranti Terminal Data (Data Terminal
Equipment = DTE)
Jenis Komputer dalam dalam suatu jaringan data terdiri dari satu atau lebih komputer mainframe atau host komputer, komputer-komputer mini dan komputer mikro atau komputer pribadi. Terminal - terminal yang paling sering digunakan antara lain
• Disk drive
• Pencetak
• Plotter
• Layar Monitor
• Keyboard
Selain harus berkomunikasi dengan terminal-terminal lokal / peranti peripheral, komputer harus mampu berkomunikasi dengan komputer/terminal lain yang terpisah cukup jauh. Pada tahun-tahun terakhir, aplikasi komunikasi data menjadi lebih umum, termasuk diantaranya :
a) Pengecekan kartu kredit secara online.
b) Pemindahan dana dari satu bank ke bank lain secara elektronis.
c) Mesin Pembayaran otomatis (automatic telling machines = ATM).
d) Sistem penjualan elektronis (pembelian barang yang secara otomatis
ditangani oleh rekening bank).
e) e-mail
f) Sistem Teks Video seperti Prestel
g) Sistem Faksimil
Time sharing system
Time sharing system adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan pemakai
Salah satu penggunaan time sharing system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank. Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatk an pada terminal. Dan oleh operator pada terminal tersebut dicatat melalui papan ketik (keyboard), kemudian data tersebut dikirim secara langsung ke pusat komputer, memprosesnya, menghitung jumlah uang seperti yang dikehendaki, dan mencetaknya pada buku tabungan tersebut untuk transaksi yang baru saja dilakukan.
Distributed data processing system
Distributed data processing (DDP) system merupakan bentuk yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan dari time sharing system. Bila beberapa sistem komputer yang bebas tersebar yang masing-masing dapat memproses data sendiri dan dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi, maka istilah time sharing sudah tidak tepat lagi. DDP system dapat didefinisikan sebagai suatu sistem komputer interaktif yang terpencar secara geografis dan dihubungkan dengan jalur telekomunikasi dan seitap komputer mampu memproses data secara mandiri dan mempunyai kemampuan berhubungan dengan komputer lain dalam suatu sistem. Setiap lokasi menggunakan komputer yang lebih kecil dari komputer pusat dan mempunyai simpanan luar sendiri serta dapat melakukan pengolahan data sendiri. Pekerjaan yang terlalu besar yang tidak dapat dioleh di tempat sendiri, dapat diambil dari komputer pusat.
DTMF (Dual Tone Multiple Frequencys)
Telpon PSTN maupun handphone saat ini menggunakan sistem yang dikenal secara umum disebut DTMF yaitu dual tone multiple frequencys. Telephon PSTN pada umumnya memiliki 10 buah tombol ditambah * dan # jadi jumlahnya adalah 12. sebenarnya disamping 12 angka dan simbol tersebut masih ada 4 huruf yang bisa kita letakan disana katakanlah A, B, C dan D. Jadi semuanya terdapat 16 tombol. Di dalam komunikasi ke enambelas tombol tersebut dikirimkan dengan 2 frekwensi yang berbeda. Satu frekwensi masuk ke dalam grup frekwensi tinggi dan satu frekwensi lagi masuk ke dalam grup frekwensi rendah. Masing masing grup memiliki 4 macam variasi (nilai frekwensi) sinyal sehingga dengan 2 grup fekwensi tadi dapat di kodekan 16 (4 pangkat 2) macam simbol. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1. Frekwensi dan simbol yang di wakili

Gambar 1. Tabel frekwensi DTMF (Sumber www.dtmf.org)
Dari tabel 1 dapat di baca bahwa setiap penekanan tombol di pesawat telepon, telpon akan membangkitkan dua nada (tone) yaitu nada berfrekwensi tinggi dan satu nada berfrekwensi rendah. Kedua sinyal tersebut dikirimkan ke penerima. Dengan cara melakukan penguraian (decoding) terhadap kedua sinyal tadi maka penerima dapat mendeteksi tombol tombol apa saja yang ditekan oleh lawan bicaranya. Sifat inilah yang akan digunakan untuk membangun aplikasi perespon telepon menggunakan peranti elektronik, yaitu interface dan komputer.
Rangkaian DTMF Decoder
Untuk menangkap tombol apa yang ditekan oleh penelepon maka peranti pertama yang harus disediakan adalah peranti yang bertugas mendeteksi sinyal apa yang dikirimkan. Jika sinyal yang dikirimkan bukan sinyal bicara melainkan sinyal yang dikarenakan penekanan tombol telepon maka dapat digunakan tabel 1 untuk melakukan pendekode-an. Untuk itu diperlukan sebuah rangkaian elektronik yang mendapat masukan dari kabel telepon dan keluaran bilangan hasil pendekodean sinyal tersebut.
Jika dilihat tombol tombol yang di kodekan ada 16 buah, digunakan 2 buah nada dengan variasi nilai masing masing nada 4 nilai. Keluaran dari rangkaian ini yang diharapkan adalah bilangan biner 4 digit. Dari tabel 1 dapat di buat tabel 2 dibawah ini yang menunjukan konversi masukan menjadi keluaran. Karena ada 16 buah keluaran sebetulnya keluran ini jika dilambangkan dengan bilangan biner dapat diwakili dengan 4 bit bilangan biner dari 0000 sampai dengan 1111.
Tabel 2. Fungsi Transfer dari input menjadi output

Untuk keperluan mendekode masukan tersebut diperlukan sebuah peranti elektronika dengan masukan sinyal telepon dan keluaran logika 4 bit. Untuk keperluan ini dapat digunakan salah satu produk IC Dual Tone Multiple Frquencies Dekoder yaitu MT8770 produk MITEL

gambar 1. Diagram blok IC MT8770
Tabel 3 Daftar Keluaran Hasil Dekode sinyal IC MT8770 :

H = Logika High
L = Logika Low
X = tidak diperhatikan
Z = Impedansi Tinggi
1 = Logika 1 standar TTL
0 = Logika 0 Standar TTL
Interfacing Rangkaian DTMF decoder dengan Komputer
Untuk membuat interface ke komputer agar dapat dibuat sebuah aplikasi mesin penjawab telepon digunakan rangkaian dengan komponen utama IC MT8770. Keluaran dari IC MT8770 akan diablil empat digit dari Q1 sampai Q3 di alirkan melalui port paralel. Masukan melalui port paralel ini akan ditangkap sebagai bilangan biner 0000 sampai dengan 1111. Jeda masukan melalui port paralel satu ke berikutnya diberikan jeda (delay) minimal. Masukan dari port paralel kemudian ditangkap oleh sebuah program untuk mengartikan tombol yang ditekan. Contoh program untuk mendekodekan dalam bahasa C adalah sebagai berikut :
Program 1 DTMF Decoder
#include
#include
#include
#include
#define BITS 0xFF00
#define NOISE 0 /* enable noise shaper */
#define TON 0.100 /* tone duration */
#define TOFF 0.100 /* silence duration */
#define RAMP 0.002 /* tone rise and fall time */
#define RATE 11025.0 /* sample rate */
#define numberof(n) (sizeof(n)/sizeof(*n))
struct
{
char letter;
double f1, f2;
} button[] =
{
{'1', 697, 1209},
{'2', 697, 1336},
{'3', 697, 1477},
{'A', 697, 1633},
{'4', 770, 1209},
{'5', 770, 1336},
{'6', 770, 1477},
{'B', 770, 1633},
{'7', 852, 1209},
{'8', 852, 1336},
{'9', 852, 1477},
{'C', 852, 1633},
{'*', 941, 1209},
{'0', 941, 1336},
{'#', 941, 1477},
{'D', 941, 1633},
{'X', 20, 20},
{'Y', 100, 100},
{'Z', 500, 500},
};
int main(void)
{
double t, v=0;
char c;
int value=0, n;
FILE *fout;
puts("Press 123A456B789C*0#D to digitize DTMF-tones to file. Fs=11025. ESC quits.");
fout = fopen("x", "wb");
while (1)
{
c = toupper(getch());
if (c == 0x1B)
break;
for (n=0; n {
if (c==button[n].letter)
{
putchar(c);
for (t=0.0; t {
v = sin(2*M_PI*button[n].f1*t) + sin(2*M_PI*button[n].f2*t);
if (t v *= t/RAMP; /* See Note Below */
if (t>TON-RAMP) /* See Note Below */
v *= (TON-t)/RAMP; /* See Note Below */
#if NOISE
value = floor(v*(BITS/4)+BITS/2) + (value&~BITS);
#else
value = floor(v*16383+32768.5);
#endif
fputc((value&BITS)>>8, fout);
}
for (t=0.0; t fputc(0x80, fout);
}
}
}
putchar('\n');
fclose(fout);
return 0;
}
v *= (TON-t)/RAMP;
#if NOISE
value = floor(v*(BITS/4)+BITS/2) + (value&~BITS);
#else
value = floor(v*16383+32768.5);
#endif
fputc((value&BITS)>>8, fout);
}
for (t=0.0; t fputc(0x80, fout);
}
}
}
putchar('\n');
fclose(fout);
return 0;
}
Bandwidth
Bandwidth dalam komunikasi data adalah perbedaan antara frekuensi terendah dan tertinggi dalam rentang tertentu. Sebagai contoh : line telepon memiliki bandwidth 3000Hz (hertz) yang merupakan rentang antara frekuensi tertinggi (3300Hz) dan frekuensi terendah (300Hz) yang dapat dilewati oleh line telepon ini.Besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network. Lebar pita atau kapasitas saluran informasi. Kemampuan maksimum dari suatu alat untuk menyalurkan informasi dalam satuan waktu detik.
Dikenal juga dengan perbedaan atau interval, antara batas teratas dan terbawah dari suatu frekuensi gelombang transmisi dalam suatu kanal komunikasi. Satuan yang digunakan Hertz untuk sirkuit analog dan detik dalam satuan digital. Jalur lebar analog diukur dalam unit Hertz (Hz) atau kitaran second. Jalur lebar digital pula merujuk kepada jumlah atau volume data yang dilewatkan melalui satu saluran komunikasi yang diukur dalam unit bit per second (bps) tanpa melibatkan gangguan. Istilah lebar jalur (bandwith) sepatutnya tidak dikelirukan dengan istilah jalur (band), seperti pada telepon tanpa kabel, contohnya beroperasi pada jalur 800MMHz. Lebar jalur ialah ruang yang digunakan pada jalur tersebut. Dalam komunikasi tanpa wayar, ukuran atau lebar jalur salurannya memberi kesan kepada transmisi. Sejumlah data yang mengalir melalui satu saluran sempit mengambil masa yang lebih lama berbanding sejumlah data yang sama apabila mengalir menerusi satu saluran yang lebih lebar.
Samakah Bandwidth dengan kecepatan?
Jawabannya: Bandwidth dengan kecepatan itu berbeda.
Mari kita lihat sebagai berikut. Informasi dialirkan melalui berbagai media. Misalnya kita pilih kabel sebagai media. Sehingga informasi dialirkan melalui kabel tersebut. Karena informasi bisa “dialirkan” melalui kabel, kita bisa mengasumsikan kabel ini sebagai pipa tempat informasi disalurkan. Nah, bandwidth seperti diungkapkan di atas adalah kemampuan maksimum dari pipa untuk mengalirkan data dalam waktu satu detik. Sedangkan kecepatan, adalah jarak yang ditempuh dari suatu satuan waktu, misalnya dalam satu detik.
Misalnya server anda terhubung melalui kabel telepon anda menghubungkan terhubung dengan modem ke Internet Service Provider (ISP) dengan bandwidth 56kbps.
Komunikasi data merupakan gabungan 2 macam tehnik yaitu :
1.Tehnik Telekomunikasi
2.Tehnik Pengolahan data
Tehnik Telekomunikasi
Tehnik Telekomunikasi adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan penyampaian informasi
Tehnik Pengolahan data
Tehnik Pengolahan data adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan manipulasi satu pengolahan data seperti : entry edit, delete, searching. Secara umum komunikasi data dapat dikatakan sebagai proses pengiriman data (informasi) yang lebih diubah kedalam suatu kode-kode tertentu yang telah disepakati melalui media listrik atau elektro optic dari suatu titik ke titik yang lain ( dari pengirim ke penerima )
Sistem Komunikasi Off line.
Sistem komunikasi Offline adalah suatu sistem pengiriman data melalui fasilitas telekomunikasi dari satu lokasi ke pusat pengolahan data, tetapi data yang dikirim tidak langsung diproses oleh CPU (Central Processing Unit). Seperti pada Gambar 4.3, di mana data yang akan diproses dibaca oleh terminal, kemudian dengan menggunakan modem, data tersebut dikirim melalui telekomunikasi. Di tempat tujuan data diterima juga oleh modem, kemudian oleh terminal, datadisimpan ke alamat perekam seperti pada disket, magnetic tape, dan lain-lain. Dari alat perekam data ini, nantinya dapat diproses oleh komputer.
Peralatan-peralatan yang diperlukan dalam sistem komunikasi offline, antara lain:
1. Terminal
Terminal adalah suatu I/O device yang digunakan untuk mengirim data dan menerima data jarak jauh dengan menggunakan fasilitas telekomunikasi. Peralatan terminal ini bermacam-macam, seperti magnetic tape unit, disk drive, paper tape, dan lain-lain.
2. Jalur komunikasi
Jalur komunikasi adalah fasilitas telekomunikasi yang sering digunakan, seperti : telepon, telegraf, telex, dan dapat juga dengan fasilitas lainnya.
3. Modem
Model adalah singkatan dari Modulator / Demodulator. Suatu alat yang mengalihkan data dari sistem kode digital ke dalam sistem kode analog dan sebaliknya.
Sistem Komunikasi On line.
Pada sistem komunikasi On line ini, data yang dikirim melalui terminal komputer bisa langsung diperoleh, langsung diproses oleh komputer pada saat kita membutuhkan.
Sistem Komunikasi On line ini dapat berupa:
1. Realtime system
2. Batch Processing system
3. Time sharing system
4. Distributed data processing system
Realtime system
Suatu realtime system memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat komputer, diproses di pusat komputer seketika pada saat data diterima dan kemudia mengirimkan kembali hasil pengolahan ke pengirim data saat itu juga.American Airlines merupakan perusahaan yang pertama kali mempelopori sistem ini. Dengan realtime system ini, penumpang pesawat terbang dari suatu bandara atau agen tertentu dapat memesan tiket untuk suatu penerbangan tertentu dan mendapatkan hasilnya kurang dari 15 detik, hanya sekedar untuk mengetahui apakah masih ada tempat duduk di pesawat atau tidak.
Sistem realtime ini juga memungkinkan penghapusan waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data dan distribusi data. Dalam hal ini berlaku komunikasi dua arah, yaitu pengiriman dan penerimaan respon dari pusat komputer dalam waktu yang relatif cepat. Pada realtime system, merupakan komunikasi data dengan kecepatan tinggi. Kebutuhan informasi harus dapat dipenuhi pada saat yang sama atau dalam waktu seketika itu juga. Pada sistem ini proses dilakukan dalam hitungan beberapa detik saja, sehingga diperlukan jalur komunikasi yang cepat, sistem pengolahan yang cepat serta sistem memori dan penampungan atau buffer yang sangat besar.
Penggunaan sistem ini memerlukan suatu teknik dalam hal sistem disain, dan pemrograman, hal ini disebabkan karena pada pusat komputer dibutuhkan suatu bank data atau database yang siap untuk setiap kebutuhan. Biasanya peralatan yang digunakan sebagai database adalah magnetic disk storage, karena dapat mengolah secara direct access (akses langsung), dan perlu diketahui bahwa pada sistem ini
Perbedaan Sinyal Analog Dengan Digital Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus. noise mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki phase tiga variable dasar, yaitu :
Amplitudo
Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
Phase
Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.

Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh , tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk 1 sebuah bit adalah 2 buah (2 ). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 2 (2 ), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang n terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2 buah.

Sinyal dgital
Jaringan komputer mulai berkembang di awal tahun 1980 sebagai media komunikasi komunikasi yang berkembang pesat. Sehingga sampai saat ini komputer menjadi sarana komunikasi yang sangat efektif dan hampir seluruh bentuk informasi melibatkan komputer dalam penggunaannya. Dengan ditemukannya internet, berbagai informasi bisa diakses dari rumah dengan biaya yang murah. Komunikasi data sebenarnya merupakan gabungan dua teknik yang sama sekali jauh berbeda y aitu pengolahan data dan telekomunikasi. Dapat diartikan bahwa komunikasi data memberikan layanan komunikasi jarauk juah dengan sistem komputer.
CCITT (Consultative Committee International Telephony and Telegraphy)
yang sekarang dikenal dengan ITU-T (International Telecommunication Union
Telephony) menyebut terminal sebagai Peranti Terminal Data (Data Terminal
Equipment = DTE)
Jenis Komputer dalam dalam suatu jaringan data terdiri dari satu atau lebih komputer mainframe atau host komputer, komputer-komputer mini dan komputer mikro atau komputer pribadi. Terminal - terminal yang paling sering digunakan antara lain
• Disk drive
• Pencetak
• Plotter
• Layar Monitor
• Keyboard
Selain harus berkomunikasi dengan terminal-terminal lokal / peranti peripheral, komputer harus mampu berkomunikasi dengan komputer/terminal lain yang terpisah cukup jauh. Pada tahun-tahun terakhir, aplikasi komunikasi data menjadi lebih umum, termasuk diantaranya :
a) Pengecekan kartu kredit secara online.
b) Pemindahan dana dari satu bank ke bank lain secara elektronis.
c) Mesin Pembayaran otomatis (automatic telling machines = ATM).
d) Sistem penjualan elektronis (pembelian barang yang secara otomatis
ditangani oleh rekening bank).
e) e-mail
f) Sistem Teks Video seperti Prestel
g) Sistem Faksimil
Time sharing system
Time sharing system adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan pemakai
Salah satu penggunaan time sharing system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank. Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatk an pada terminal. Dan oleh operator pada terminal tersebut dicatat melalui papan ketik (keyboard), kemudian data tersebut dikirim secara langsung ke pusat komputer, memprosesnya, menghitung jumlah uang seperti yang dikehendaki, dan mencetaknya pada buku tabungan tersebut untuk transaksi yang baru saja dilakukan.
Distributed data processing system
Distributed data processing (DDP) system merupakan bentuk yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan dari time sharing system. Bila beberapa sistem komputer yang bebas tersebar yang masing-masing dapat memproses data sendiri dan dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi, maka istilah time sharing sudah tidak tepat lagi. DDP system dapat didefinisikan sebagai suatu sistem komputer interaktif yang terpencar secara geografis dan dihubungkan dengan jalur telekomunikasi dan seitap komputer mampu memproses data secara mandiri dan mempunyai kemampuan berhubungan dengan komputer lain dalam suatu sistem. Setiap lokasi menggunakan komputer yang lebih kecil dari komputer pusat dan mempunyai simpanan luar sendiri serta dapat melakukan pengolahan data sendiri. Pekerjaan yang terlalu besar yang tidak dapat dioleh di tempat sendiri, dapat diambil dari komputer pusat.
DTMF (Dual Tone Multiple Frequencys)
Telpon PSTN maupun handphone saat ini menggunakan sistem yang dikenal secara umum disebut DTMF yaitu dual tone multiple frequencys. Telephon PSTN pada umumnya memiliki 10 buah tombol ditambah * dan # jadi jumlahnya adalah 12. sebenarnya disamping 12 angka dan simbol tersebut masih ada 4 huruf yang bisa kita letakan disana katakanlah A, B, C dan D. Jadi semuanya terdapat 16 tombol. Di dalam komunikasi ke enambelas tombol tersebut dikirimkan dengan 2 frekwensi yang berbeda. Satu frekwensi masuk ke dalam grup frekwensi tinggi dan satu frekwensi lagi masuk ke dalam grup frekwensi rendah. Masing masing grup memiliki 4 macam variasi (nilai frekwensi) sinyal sehingga dengan 2 grup fekwensi tadi dapat di kodekan 16 (4 pangkat 2) macam simbol. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1. Frekwensi dan simbol yang di wakili

Gambar 1. Tabel frekwensi DTMF (Sumber www.dtmf.org)
Dari tabel 1 dapat di baca bahwa setiap penekanan tombol di pesawat telepon, telpon akan membangkitkan dua nada (tone) yaitu nada berfrekwensi tinggi dan satu nada berfrekwensi rendah. Kedua sinyal tersebut dikirimkan ke penerima. Dengan cara melakukan penguraian (decoding) terhadap kedua sinyal tadi maka penerima dapat mendeteksi tombol tombol apa saja yang ditekan oleh lawan bicaranya. Sifat inilah yang akan digunakan untuk membangun aplikasi perespon telepon menggunakan peranti elektronik, yaitu interface dan komputer.
Rangkaian DTMF Decoder
Untuk menangkap tombol apa yang ditekan oleh penelepon maka peranti pertama yang harus disediakan adalah peranti yang bertugas mendeteksi sinyal apa yang dikirimkan. Jika sinyal yang dikirimkan bukan sinyal bicara melainkan sinyal yang dikarenakan penekanan tombol telepon maka dapat digunakan tabel 1 untuk melakukan pendekode-an. Untuk itu diperlukan sebuah rangkaian elektronik yang mendapat masukan dari kabel telepon dan keluaran bilangan hasil pendekodean sinyal tersebut.
Jika dilihat tombol tombol yang di kodekan ada 16 buah, digunakan 2 buah nada dengan variasi nilai masing masing nada 4 nilai. Keluaran dari rangkaian ini yang diharapkan adalah bilangan biner 4 digit. Dari tabel 1 dapat di buat tabel 2 dibawah ini yang menunjukan konversi masukan menjadi keluaran. Karena ada 16 buah keluaran sebetulnya keluran ini jika dilambangkan dengan bilangan biner dapat diwakili dengan 4 bit bilangan biner dari 0000 sampai dengan 1111.
Tabel 2. Fungsi Transfer dari input menjadi output

Untuk keperluan mendekode masukan tersebut diperlukan sebuah peranti elektronika dengan masukan sinyal telepon dan keluaran logika 4 bit. Untuk keperluan ini dapat digunakan salah satu produk IC Dual Tone Multiple Frquencies Dekoder yaitu MT8770 produk MITEL

gambar 1. Diagram blok IC MT8770
Tabel 3 Daftar Keluaran Hasil Dekode sinyal IC MT8770 :

H = Logika High
L = Logika Low
X = tidak diperhatikan
Z = Impedansi Tinggi
1 = Logika 1 standar TTL
0 = Logika 0 Standar TTL
Interfacing Rangkaian DTMF decoder dengan Komputer
Untuk membuat interface ke komputer agar dapat dibuat sebuah aplikasi mesin penjawab telepon digunakan rangkaian dengan komponen utama IC MT8770. Keluaran dari IC MT8770 akan diablil empat digit dari Q1 sampai Q3 di alirkan melalui port paralel. Masukan melalui port paralel ini akan ditangkap sebagai bilangan biner 0000 sampai dengan 1111. Jeda masukan melalui port paralel satu ke berikutnya diberikan jeda (delay) minimal. Masukan dari port paralel kemudian ditangkap oleh sebuah program untuk mengartikan tombol yang ditekan. Contoh program untuk mendekodekan dalam bahasa C adalah sebagai berikut :
Program 1 DTMF Decoder
#include
#include
#include
#include
#define BITS 0xFF00
#define NOISE 0 /* enable noise shaper */
#define TON 0.100 /* tone duration */
#define TOFF 0.100 /* silence duration */
#define RAMP 0.002 /* tone rise and fall time */
#define RATE 11025.0 /* sample rate */
#define numberof(n) (sizeof(n)/sizeof(*n))
struct
{
char letter;
double f1, f2;
} button[] =
{
{'1', 697, 1209},
{'2', 697, 1336},
{'3', 697, 1477},
{'A', 697, 1633},
{'4', 770, 1209},
{'5', 770, 1336},
{'6', 770, 1477},
{'B', 770, 1633},
{'7', 852, 1209},
{'8', 852, 1336},
{'9', 852, 1477},
{'C', 852, 1633},
{'*', 941, 1209},
{'0', 941, 1336},
{'#', 941, 1477},
{'D', 941, 1633},
{'X', 20, 20},
{'Y', 100, 100},
{'Z', 500, 500},
};
int main(void)
{
double t, v=0;
char c;
int value=0, n;
FILE *fout;
puts("Press 123A456B789C*0#D to digitize DTMF-tones to file. Fs=11025. ESC quits.");
fout = fopen("x", "wb");
while (1)
{
c = toupper(getch());
if (c == 0x1B)
break;
for (n=0; n
if (c==button[n].letter)
{
putchar(c);
for (t=0.0; t
v = sin(2*M_PI*button[n].f1*t) + sin(2*M_PI*button[n].f2*t);
if (t
if (t>TON-RAMP) /* See Note Below */
v *= (TON-t)/RAMP; /* See Note Below */
#if NOISE
value = floor(v*(BITS/4)+BITS/2) + (value&~BITS);
#else
value = floor(v*16383+32768.5);
#endif
fputc((value&BITS)>>8, fout);
}
for (t=0.0; t
}
}
}
putchar('\n');
fclose(fout);
return 0;
}
v *= (TON-t)/RAMP;
#if NOISE
value = floor(v*(BITS/4)+BITS/2) + (value&~BITS);
#else
value = floor(v*16383+32768.5);
#endif
fputc((value&BITS)>>8, fout);
}
for (t=0.0; t
}
}
}
putchar('\n');
fclose(fout);
return 0;
}
Bandwidth
Bandwidth dalam komunikasi data adalah perbedaan antara frekuensi terendah dan tertinggi dalam rentang tertentu. Sebagai contoh : line telepon memiliki bandwidth 3000Hz (hertz) yang merupakan rentang antara frekuensi tertinggi (3300Hz) dan frekuensi terendah (300Hz) yang dapat dilewati oleh line telepon ini.Besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network. Lebar pita atau kapasitas saluran informasi. Kemampuan maksimum dari suatu alat untuk menyalurkan informasi dalam satuan waktu detik.
Dikenal juga dengan perbedaan atau interval, antara batas teratas dan terbawah dari suatu frekuensi gelombang transmisi dalam suatu kanal komunikasi. Satuan yang digunakan Hertz untuk sirkuit analog dan detik dalam satuan digital. Jalur lebar analog diukur dalam unit Hertz (Hz) atau kitaran second. Jalur lebar digital pula merujuk kepada jumlah atau volume data yang dilewatkan melalui satu saluran komunikasi yang diukur dalam unit bit per second (bps) tanpa melibatkan gangguan. Istilah lebar jalur (bandwith) sepatutnya tidak dikelirukan dengan istilah jalur (band), seperti pada telepon tanpa kabel, contohnya beroperasi pada jalur 800MMHz. Lebar jalur ialah ruang yang digunakan pada jalur tersebut. Dalam komunikasi tanpa wayar, ukuran atau lebar jalur salurannya memberi kesan kepada transmisi. Sejumlah data yang mengalir melalui satu saluran sempit mengambil masa yang lebih lama berbanding sejumlah data yang sama apabila mengalir menerusi satu saluran yang lebih lebar.
Samakah Bandwidth dengan kecepatan?
Jawabannya: Bandwidth dengan kecepatan itu berbeda.
Mari kita lihat sebagai berikut. Informasi dialirkan melalui berbagai media. Misalnya kita pilih kabel sebagai media. Sehingga informasi dialirkan melalui kabel tersebut. Karena informasi bisa “dialirkan” melalui kabel, kita bisa mengasumsikan kabel ini sebagai pipa tempat informasi disalurkan. Nah, bandwidth seperti diungkapkan di atas adalah kemampuan maksimum dari pipa untuk mengalirkan data dalam waktu satu detik. Sedangkan kecepatan, adalah jarak yang ditempuh dari suatu satuan waktu, misalnya dalam satu detik.
Misalnya server anda terhubung melalui kabel telepon anda menghubungkan terhubung dengan modem ke Internet Service Provider (ISP) dengan bandwidth 56kbps.



0 komentar:
Posting Komentar